Kenapa Mem-Bully?


Saya prihatin dengan kasus Amanda Todd, gadis 15 tahun yang mengaku di bully disekolahnya-lalu saking putus asanya, kemudian memutuskan untuk bunuh diri..sebelum melakukan suicide dia mengupload video… bisa dilihat di You Tube.

Serupa dengan adik saya (cewek, SMA) yang mengaku pernah mengalami bully di sekolahnya.. untungnya sih dia pada dasarnya orangnya cuek, jadi meskipun dibully ga sampe mikir ke yang namanya suicide..

Mantan rekan kerja saya juga pernah dibully dengan sesama rekan kerjanya yang lain sampai dia memutuskan keluar dari kantornya yang dulu,..

Serem banget ya dampak dari bully ini?

Jadi penasaran.. sebenarnya bully itu apa sih?

Post saya kali ini panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnng sekali.. karena saya prihatin dengan maraknya bully akhir-akhir ini, dan pingin membahasnya melalui post ini… 🙂

———————————————————————————————

Menurut Wikipedia… tertulis pengertian bully adalah sbb..

A bully is someone responsible for bullying, a form of aggressive behavior manifested by the use of force or coercion to affect others.

errr… google translate pleaseeee…

Bully adalah perilaku seseorang yang bertanggung jawab untuk bullying, suatu bentuk perilaku agresif dimanifestasikan oleh penggunaan kekerasan atau paksaan untuk mempengaruhi orang lain.

Kalau pernah diospek, nah mungkin itu salah satu bentuk nyata dari Bully.

Namun, Bully waktu di kuliahan tidak pernah dianggap serius, karena kakak senior membully pada saat tertentu saja (satu minggu pertama perkuliahan) and after that semuanya bergembira.. ospek juga punya maksud positif untuk mendekatkan diri antara senior dan juniornya…

Tapi kalau Bully-nya sudah menjadi dampak yang serius seperti yang Amanda Todd, atau teman saya alami, hingga menyebabkan seseorang bunuh diri atau keluar dari pekerjaannya.. maka bisa dibilang Bully sudah menjadi tindakan kriminal dan merugikan.

Lalu mengapa seseorang membully? atas dasar apa? kenapa? bukankah kita semua beragama? (kecuali yang ateis lah ya) dan di semua agama kita diajarkan untuk berkasih sayang dan dilarang menindas seseorang yang (kelihatannya) lemah? lalu mengapa ada yang masih tega untuk membully orang lain???

Dan saya mendapatkan alasannya dalam sebuah artikel di sini,

——————————————————————————————-

Berikut adalah alasan-alasan MENGAPA seseorang membully orang lain :

1. “Aku merasa insecure.”

Jangan dipikir kakak kelas yang super rese atau teman yang suka merendahkan dan membully teman lain, benar-benar kuat dan jagoan. Menurut situs yang membahas psikologi bullying, bully online, si pem-bully justru merasa paranoid dan terancam dengan lingkungannya, dan merasa terancam dengan kamu serta kelebihan yang kamu miliki.

Jadi pertama-tama, yang merasa insecure duluan adalah si pembully tersebut,…Lalu ia melampiaskan perasaan insecurenya kepada orang lain.. kenapa?, karena ketika ia melihat orang yang dibully menderita, ia mendapatkan kepuasan dan perasaan superiornya tumbuh.

Bila ia membully masih secara psikologis (lewat fitnahan atau omongan), kalau kamu tahan untuk cuek, cuekin saja.

Toh yang merasa insecure dia, kamu tenang-tenang saja, tetap berbahagia, dan kalau kamu cuekin saja biasanya si pembully jadi capek sendiri lalu bosan, dan berhenti membully.

 

2. ”Sejujurnya aku merasa agak iri dengan orang yang aku bully.”

Naaahh.. ketahuan..meskipun sering menyangkal, sebenarnya ada perasaan iri atau sirik dalam diri si tukang bully terhadap korbannya.

Karena dia tidak punya kemampuan seperti orang yang dia iri, maka dia membully orang tersebut.

Inget pepatah Tong Kosong Nyaring Bunyinya? Ini sesuai sama kepribadian pembully, karena si pembully ‘kosong ga ada isinya’ makanya dia ingin dianggap oleh lingkungan sekitar dengan cara bersikap agak show off.. suka pamer, ngomong gede-gede biar semua orang denger, suka sok lucu sarkasme, sok pinter, sok bener, sambil mempermalukan orang di muka umum, menyindir di muka umum, menyebarkan isu tidak benar, membuat fitnah, memutarbalikkan fakta, menyebar aib orang yang dibully ke orang-orang sekantor atau teman satu sekolahan, sampe ada yang tahan menggunakan fasilitas telefon kantor untuk menyebar aib!… Padahal….semuanya itu dilakukan untuk menutupi rasa iri- rasa tidak mampu menyaingi-orang yang dia bully.

Jangan seret diri kamu selevel yang sama rendah dengan dia ya. Ingat kalau main fisik baru laporkan ke yang berwenang.

Dan berhubung seharusnya orang yang begini kita kasihani, kamu sih nyengir aja dan nikmati menjadi kamu dengan segala kelebihan kamu yang dia iriin itu. 🙂

Dan jangan lupa untuk terus baik ke dia, karena nantinya dia juga akan malu sendiri terus berhenti membully kamu.

 

3. ”Walau mengaku benci dan nggak suka, tapi aku cukup memperhatikan orang yang aku bully.”

Pem-bully suka mencari-cari kesalahan korbannya, bahkan sampai ke hal yang nggak penting. Misalnya pake baju apa-sepatu apa-mobil apa-Ini merupakan bukti kalau diam-diam mereka memperhatikan korbannya, Dan mencari bahan untuk dijadikan topik bully-annya.

Berhubung si pembully senang kalau kamu bereaksi, mending Diemin aja ya, kalau perlu kasih dia bunga. :p

 

4. Aku bermasalah dengan sekolah.”

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal School Psychology Quarterly, siswa yang performance-nya di sekolah kurang bagus, memiliki  potensi lebih besar untuk mem-bully.

Atau seorang karyawan yang kerjanya kurang bagus, ga bisa apa-apa, tapi pandai menjilat dan pingin naek pangkat cepat, juga memiliki potensi besar untuk membully.

Pada dasarnya mereka membully untuk meningkatkan rasa pedenya itu tadi, supaya feeling superiornya tumbuh..

Biarin aja .. anggap anjing menggonggong kafilah berlalu 🙂

 

5. ”Pengalaman di-bully membuat aku ingin balas dendam.”

Biasanya ini tipe yang melestarikan tradisi bullying. Dendam gara-gara pernah di-bully, dilampiaskannya dengan mem-bully juga siswa yang lain. Pernah terjadi di salah satu institusi sekolah yg terkenal di Indonesia, kalau begini rantai ‘budaya’ nya yg harus diberangus.

 

6. ”Sebenarnya, aku cuma ikut-ikutan teman.”

Saya pernah menghadapi sendiri yang seperti ini, ada seseorang yang sebenarnya ga punya masalah sama saya, tapi ikutan mem-bully supaya dianggap solider. Biasanya, di hati kecil, mereka merasa bersalah. Tapi nggak cukup berani, atau mereka punya kepentingan lain sehingga ga cukup kuat untuk menentang temannya yang membully.

Hayoo… mau pilih jadi orang yang baik atau jadi orang jahat?

Kalau kita punya teman yang suka membully teman kita yang lain, nasehati dia untuk tidak membully.

Atau kalau dia masih mau membully juga, berarti dia bukan teman yang baik hatinya. Jauhi saja.

Pembully juga kadang2 perlu sekutu dalam membully. Dan ketika kita jauhi mereka merasa tidak punya sekutu, dan mudah2an akan membuat mereka stop membully.

Yang perlu diingat adalah Jangan ikut-ikutan teman yang suka membully. Bully itu sama saja sebagai bentuk lain dari kejahatan.

Bayangkan ini. Amanda Todd, yang bunuh diri karena di bully, pelaku pembully dan teman-teman-temannya yang ikut membully, secara tidak langsung menjadi pelaku pembunuhan.

Ketika dibully, memang sangat membuat stress dan depresi. Tapi kamu bisa kuatkan hati, ngadu sama tuhan,
Atau pergi curhat ke orang orang yang membuat bikin hati senang, contohnya Ibu, atau adik, kakak yg menyayangi kamu.
Kuatkan diri secara psikologis. Memang tidak enak dipermalukan, atau difitnah, dsb dsb. Tapi tahu tidak? Kalau kamu bisa santai, orang2 bisa respect sama kamu, dan otomatis membenci si pembully tsb.

Bila dibully melalui fitnah, itu tandanya Allah masih sayang dengan memberikan cobaan. Mudah2an dengan sabar, dosa2 bisa dibersihkan, dan pahala bertambah ya? Toh nanti hidup di akhirat lebih lama ya? Think positive saja.

Bila Nabi Muhammad saja pernah dibully, apalagi kita yang hanya manusia?

Namun.. bila bully sudah berdampak secara fisik (sudah memukul, mengancam keselamatan dll) dan membuat kamu depresi, kamu bisa mengadukan saja kepada yang berwenang untuk memberi efek jera. Okeii?

 ———————————————————————————————

Untuk kamu yang membully :

Yang harus kamu maklumi adalah tiap orang memiliki kekurangan dan keterbatasan, namun bukan berarti keterbatasan dan kekurangan orang lain bisa menjadi bahan olok-olokan, atau bahan bully-an.

Tuhan yang menciptakan keterbatasan dan kekurangan dalam diri tiap manusia. Jika kamu mengolok-ngolok/mengejek kekurangan orang lain, itu sama saja dengan kamu mengolok Tuhan.

Coba berkaca pada dirimu sendiri, Apa kamu sudah sempurna? merasa diri sempurna? kamu juga punya kekurangan kan? bagaimana jika kekurangan kamu dijadikan bahan bullyan oleh orang lain? jadi berhentilah membully orang lain hanya karena orang itu menjadi dirinya sendiri.

Kalau kamu ingin mulai membully lagi, coba bayangkan jika pembullyan itu terjadi pada diri kamu. Apakah kamu mau diperlakukan seperti itu? apa kamu mau dipermalukan seperti itu? jika tidak mau, maka stop membully, Orang lain juga punya perasaan, perlakukanlah mereka sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

Membully adalah tindakan orang yang Jahat hatinya, karena bisa menikmati kesenangan di atas penderitaan orang lain.

Hati-hati dengan sikap bully karena bisa menyebabkan depresi, rasa rendah diri, tertekan bahkan bunuh diri.

Kamu tidak mau menjadi penyebab seseorang menjadi gila atau bunuh diri kan? karena itu sama saja dengan kamu yang melakukan pembunuhan.

Ok?

Ingatlah bahwa Tidak ada orang hebat yang dibangun dengan cara merendahkan dan menindas orang lain.

Kamu bisa hebat karena menjaga hubungan dengan sesama dan memperluas networking lewat pertemanan dan silaturahim..

Jika kamu seorang pembully, dan membaca ini, jangan malu untuk mengaku kepada diri sendiri, selama kamu mau berubah, tidak pernah ada kata terlambat untuk Stop membully mulai dari sekarang.

 

Advertisements

4 thoughts on “Kenapa Mem-Bully?

  1. Setuju stop bullying. Kita do’akan agar orang2 yg demikian itu diberi petunjuk bahwa apa yg dia lakukan itu salah.

  2. Amiiin.. semoga yang membully dapat memahami bahwa Efek dari Bully dapat menjadi fatal. Sudah saatnya Bully tidak dianggap lagi sebagai Jokes atau perbuatan iseng semata.

    Terima Kasih sudah mampir Pak Heri 🙂

    1. Aksi kecil saya rasa bisa dimulai dari diri kita sendiri, dengan cara menghormati orang lain siapapun dia, dan bersikap tegas terhadap perbuatan bully bila terjadi di depan mata kita. Yg pasti jangan dibiarkan biar pelaku bully tidak merasa besar kepala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s