Reksadana di BNI


 

logo-reksadana-frontpage

Setelah beberapa bulan maju mundur tanya tanya dan banyak membaca tentang Reksadana, Akhirnya di bulan Januari kemarin saya berhasil mewujudkan keinginan untuk membeli satu macam reksadana.

Awalnya, saya yang sangat awam ini bingung memutuskan hendak kemana uang saya yang sangat sedikit sekali ini gw investasikan.

Deposito atau Tabungan jelas bukan pilihan, karena everybody knows kalau suku bunganya kalah tertinggal dibanding pertumbuhan inflasi per tahun. Jadi uang di tabungan klo bisa cuma buat blanja kebutuhan hidup sadja.

Kalau selama ini saya berinvestasi dalam bentuk emas batangan, tapi berhubung ingat pesan Pak Markowitz untuk tidak menaruh banyak telur di keranjang yang sama, jadilah saya mencari alternatif lain selain emas.

Dan saya (serta hampir seluruh masyarakat Indonesia followernya @mrshananto) sepertinya jadi tertarik berinvestasi di reksadana sebagai pilihan diversifikasi (gayanya udah kayag banyak duit ya, hahaha), yang tidak hanya aman, tapi juga menguntungkan..

finally, on one fine day, gw beranikan diri ke BNI.

kenapa BNI?

alasan simpel karena tabungan saya di situ, dan gaji saya juga masuk rek disitu.

Saya juga ga suka ribet, maunya ya kalo sekali ke BNI bisa narik, nyetor, sekaligus beli dan urus reksadana.

tapi sebelum buka RD di BNI, saya sebenernya agak2 minder. Ini karena ketika saya pelajari syarat2 buka RD BNI melalui bni.co.id, dituliskan kalau saya harus menyetor sedikitnya Rp10 juta sebagai pembelian awal.

Hmm agak berat bagi saya sodara sodara…

tapi terus saya pikir gapapalah kalau saya tanya2 dulu langsung ke kantornya BNI, toh kalaupun emang maksa banget harus 10 juta ga ada yang bisa ngelarang saya untuk balik badan  dan menunda dulu beli RD nya kan? hehehe

Jadilah akhirnya nekat ke BNI juga.

Sampe di BNI, tanya satpam, ternyata untuk buka RD saya harus ke ruang Emerald. Soo saya ke Emerald, dengan hati sedikit dag dig dug, dan sangat minder kalo inget saldo di tabungan yg sebenernya malu-maluin untuk masuk ke Emerald.

tapi untungnya rasa penasaran saya lebih besar dari rasa minder saya, jadi masuklah saya ke Emerald, dan langsung ditemui oleh Mbak Relationship Manager yang kaget ngeliat saya kepikiran mo buka RD padahal masih single katanya.

gak tau mbaknya kalo buntut saya udah dua. hahahaha

Dan saya dengan polosnya ngomong sama RMnya kalo ini pertama kalinya saya beli RD, dan pengetahuan saya tentang RD cuma sebatas yang saya baca aja.

Baca iya, ngerti kagak.

untungnya RMnya baik hati, beliau lalu menjelaskan RD dari awal sambil sesekali saya ngangguk2 gitu mencoba banget untuk bisa ngerti semua penjelasan beliau; padahal iya ngerti sik, tapi masih banyak ga ngertinya juga.. hahahaha

jadi.. karena udah kepalang basah, mending kecebur sekalian.

Saya putuskan langsung beli RD nya. Saya pilih salah satu produk Reksadana Saham yang i feel good about the prospek in the future (ceritanya bisa ngeramal.. haha)

dan Alhamdulilah, belinya ga harus 10 juta kog.

Saya beli tidak 10 juta.

Saya beli jauh kurangnya dari angka 10 juta.

dan di BNI kita bisa memilih untuk pilih produk yang berkala (berarti kita bisa nambahin tiap bulan, potong langsung otomatis dari rek kita), ini yang saya pilih.

atau yang tidak berkala (setor sekali terus bisa ditambah kapan aja kita mau, ga ditambah juga gpp).

Saya mengisi beberapa formulir standar kalo kita buka produk bank, tanda tangan tanda tangan..

dan tanaaaa! sudah selesai.

Berhubung gw beli produknya Schroder, Mbak RMnya bilang laporan perkembangan investasi kita nanti akan dikirimkan ke alamat rumah setiap sebulan sekali oleh Bank Kustodiannya (dalam hal ini Citibank) atau sama Schrodernya sendiri.

senangnyaaaaaa (^_^)

Jadi saya rekap yaa… tips buat yang mau beli RD di BNI :

1. Ketika ke bank semestinya sudah tau mau pilih reksadana jenis apa. Apakah Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran atau Saham. Silahkan gugling dulu.. baca2 infovesta.com atau baca rudiyanto.blog.kontan.co.id… sangat membantu! (^_^)

2. Lebih baik lagi kalau sudah tau produk Reksadana mana yang bakal kita pilih. Apakah Schroder atau Batavia, atau NISP…
kalau masih bingung pun juga gpp (kayag saya yang ngaku ke RMnya kalo masih buta tentang RD)..
Dan dengan keren mbak RM BNI itu mau menjelaskan produk-produk Reksadana beserta prospektusnya. Service Excellent deh BNI! (^_^)

3. Jangan lupa bawa KTP sama NPWP ya, karena akan difotokopi untuk identitas.

4. Kalau sudah punya rek BNI, sebaiknya bawa buku tabungan. Kalau belum jadi nasabah, biasanya disuruh buka tabungan dulu.. baru buka RD.

5. Tiap orang lain kebutuhan investasinya. Saya memilih Rd saham yg berkala.. kenapa?
alasannya pertama..karena Reksadana Saham adalah RD yg efektif sebagai investasi jangka panjang (> 5 tahun)..secara anak masih kecil2.. ya gapapalah kalau uang lama mengendap di RD daripada di tabungan atau deposito..
Kedua, Konon RD ini memberi return yang paling tinggi diantara jenis reksadana lainnya, tapi tentu saja resikonya juga tinggi..
Karena resiko tinggi inilah saya memperhatikan produk RD yang saya pilih dibangun oleh komposisi saham apa? Dan saya mengambil aman dengan produk RD yg terdiri dari saham BRI, BNI, Mandiri, BCA, Astra, Unilever dll.
Ketiga saya pilih sistem berkala itung-itung sebagai ganti menabung setiap bulannya..jadi nabungnya ga di rek Bank lagi.. tapi di RD saja..

6. Naaah.. Kalau ingin ‘memantau’ perkembangan produk produk reksadana, bisa baca di infovesta.com dan juga koran kontan. Dua media ini Pemula Friendly.. Insya Allah mudah dicerna walaupun kita pemula yang baru invest di RD..

So, itu aja cerita tentang pembelian reksadana pertama saya,

Bagi yang masih ragu-ragu invest di Reksadana, saya rasa ga ada salahnya dicoba ya.. invest kecil2an dulu, sekalian belajar mengenal cara kerja RD ini..

karena beneran, setelah beli RD mau ga mau saya banyak belajar, banyak guugling, hal2 yg berkenaan dengan RD seperti NAB, UP dll..

Okeeeiii semoga bermanfaat yaa (^_^)

Advertisements

2 thoughts on “Reksadana di BNI

  1. Maaf mba, mau tanya, saya juga tertarik untuk membeli RD di BNI dengan alasan yang sama dengan anda (tabungan dan gaji sudah di BNI). Hny saja kalau saya googling di website resminya dikatakan memang harus memulai dari 10 juta dan 1 juta untuk berikutnya. Kalau membaca perihal diatas, sepertinya ada alternatif lain ya? Saldo awal tidak harus lebih dari 10 juta dan bisa autodebet per bulan. Kalau boleh tau, sebenarnya berapa saldo awal minimal, dan untuk autodebet minimal berapa. Trimakasih sebelumnya.

    1. Salam kenal mas Dani. Reksadana BNI ternyata syaratnya tidak fix harus sama seperti yg tertulis pada website. RM BNI saya memperbolehkan untuk penyetoran pertama, minimal satu juta. Dan untuk pemotongan selanjutnya minimal 200 ribu autodebet :). Sebagai informasi saja untuk RD mas Dani bisa coba RD syariah yg terbukti lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi daripada IHSG. Semoga membantu ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s