Coraline-Neil Gaiman

Coraline - Neil Gaiman
Coraline - Neil Gaiman

Judul Buku : Coraline

Pengarang : Neil Gaiman

Genre : Komik Horor Anak

Harga : Rp. 55.000,-

 

 

 

 

 

 

Coraline, bukan Caroline.

Bercerita tentang seorang anak perempuan  bernama Coraline yang baru saja pindah ke sebuah rumah tua bersama kedua orang tuanya. Coraline sering merasa tidak puas akan kehidupannya. Tidak puas dengan masakan ibunya yang tidak enak. Tidak puas dengan perilaku ayahnya yang kelewat serius. Tidak puas dengan para tetangganya yang selalu salah memanggil namanya dengan Caroline. Tidak puas dengan keadaan rumahnya yang membosankan. Coraline tidak puas, tidak puas, tidak puas. Dia berharap memiliki kehidupan yang lain, atau setidaknya dapat menjelajah ke tempat yang lain.

Dan pada akhirnya keinginannya terkabul.

Ada sebuah pintu tersembunyi di rumah tua tersebut yang ternyata terhubung pada dunia paralel. Berarti, bila masuk ke situ, Coraline akan menemukan ruangan yang sama dengan ruangan di rumahnya, rumah yang sama, tetangga yang hampir sama, tetapi dengan keadaan yang lebih menyenangkan. Ayahnya mau bermain dengannya, masakan ibunya sangat lezat, halaman rumahnya menarik untuk dijelajahi. Pokoknya dunia paralel ini jauh-jauh lebih menarik daripada dunia yang sebenarnya.

Tetapi kemudian Coraline menemukan sesuatu yang salah. Sangat salah.

“Ibu yang lain” ini memaksanya untuk tinggal bersamanya, dengan segala cara, (termasuk memasukkannya ke dalam cermin) .  Dan “ibu yang lain” ini lebih dingin bila memeluk, dan matanya tidak memancarkan kehangatan seperti ibu aslinya,… karena mata “ibu yang lain” terbuat dari kancing besar berwarna hitam.

Lalu bagaimana Coraline dapat keluar dari sana?

——————————————————————————————————————–

Coraline The Movie
Coraline The Movie

Ide cerita yang sangat menarik ya? tetapi sayang saya mendapatkannya dalam bentuk komik. Muncul pertanyaan di benak saya, apakah Neil Gaiman memang membuatnya dalam bentuk komik atau ada yang versi novelnya?

Karena saya sepertinya akan lebih suka yang versi novelnya.

Karena dalam bentuk komik, saya kurang bisa mengeluarkan imajinasi terseram saya (mengingat ini buku horor). Bayangan saya mentok dengan gambaran yang ada di buku. Yah, meskipun ide ceritanya seru, ketika saya menamatkan buku ini toh saya kurang merasakan gregetnya.

Tapi bagi anda yang suka komik, mungkin buku ini bisa jadi seru dan menarik.

Karena penasaran, jadilah saya gooling untuk mencari Coraline yang memang sudah dibuat filmnya. Dan,.. surprise! surprise! tampaknya filmnya lebih seru dari bukunya. Mengingat cast nya pun juga menarik. Dengan format film animasi, suara Coraline diisi oleh Dakota Fanning, Suara Ibunya oleh Teri Hatcher, dan sejumlah nama terkenal lainnya.

Kalau ingat Dakota Fanning, saya teringat teriakannya di film War of The Worlds yang spektakuler itu. Apakah di Coraline Dakota juga hobi teriak teriak? 😀

Well, saya unduh preview nya dari you tube, jadi anda bisa melihatnya sendiri 😉

Happy watch ^___^

Advertisements

Review buku 7 Keajaiban Rezeki – Ippho ‘Right’ Santosa

7 Keajaiban Rezeki-Ippho Santosa
7 Keajaiban Rezeki-Ippho Santosa

Judul Buku : 7 Keajaiban Rezeki ( Rezeki bertambah, Nasib berubah, dalam 99 hari dengan otak kanan)

Pengarang : Ippho Santosa

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman : 191

Genre : Motivasi dan Bisnis

Harga : Rp. 84.800,-

Bonus : 1(satu) buah CD

 

 

 

 

Sebetulnya Saya malas bikin review buku ini. Kenapa? Karena buku ini banyak menyindir saya. Meskipun saya akui bahwa buku ini kesannya ditulis oleh orang ‘gila’ dengan cara yang menyenangkan (maaf ya pak Ippho, saya memang cenderung kiri) hehe. Hard for me to say this, but It’s fun to read. Banyak testimoni orang-orang ngetop disertakan dalam buku ini-yang ditaruh pada halaman-halaman awal-membuat saya bertanya-tanya : is it that good?

 

Buku yang memiliki 191 halaman ini intinya membicarakan tentang bagaimana membuat rezeki anda bertambah, nasib anda berubah dalam 99 hari dengan otak kanan. Ekstrim ya? Lagi-lagi berat bagi saya mengatakan bahwa buku ini adalah salah satu buku bisnis yang HARUS dibaca. *nih mas, saya promosiin kan? :D*Terlebih untuk anda yang sudah punya usaha. Terlebih-terlebih untuk anda yang baru mau memulai usaha. Terlebih-terlebih-terlebih untuk para Mahasiswa agar paradigma anda berubah dan membuat ‘otak’ anda bergeser kearah ‘kanan’ dan agar jangan menjadi terlalu ‘kiri’.

Emang apaan sih ‘kanan’ dan ‘kiri’?

Bingung?

Teruskan.

Terus terang mas Ippho, sub judul yang paling menohok saya adalah Bias #3. Menaklukkan Lawan yang jauh lebih besar. Hal ini membicarakan salah satu kebiasaan buruk yang kebetulan saya idap : menunda-nunda (procrastinator).

Saya suka menunda-nunda. Saya adalah professornya menunda-nunda. Tetapi setelah baca sub judul ini saya menjadi tersinggung berat dan malu berat. And you know what mas Ippho? Saya mau marah. Saya benar-benar mau marah dan ingin bilang terima kasih sudah menyadarkan saya (ya, meskipun saya tahu anda tidak menuliskannya khusus untuk saya) 😀

Buku ini, tadinya saya pikir isinya bakal general aja gitu membicarakan tentang 7 hal tok. Satu,.. dua,… tiga,… terus aja sampe ke tujuh. Tetapi ternyata enggak. Saya jengkel juga. Saya kan jadi tidak mau menunda-nunda untuk tahu lebih jauh. Baru beberapa jam saya baca sudah selesai. Buku Neil Gaiman*yang notabene penulis favorit saya itu* harus saya masukkan ke waiting list demi menamatkan buku ini. Ternyata isinya spesifik, berkaitan satu sama lain dan ilmunya cukup banyak. Revolusioner deh. Kayag seven habits aja.

 

Apalagi ya? Karena saya males cerita banyak2 saya ceritakan kemungkinan dampaknya dari membaca buku ini yak. Here we go.

Bagi saya (yang sudah mindset usaha tapi mental masih karyawan) : Merasa tersindir bgt,.. dan membuat bersemangat dalam mewujudkan usaha. Eh salah deng. Malah bener-bener akan membuat saya segera punya usaha. (Menarik nafas panjang karena merasa nekat)

 

Bagi usahawan : sepertinya bakal nyambung abis. Tinggal diterapkan deh di usaha anda. Hayo terbukti ga dalam 99 hari.

Bagi Mahasiswa : Sepertinya bakal bersyukur mendapatkan buku ini ketika belum tamat kuliah. Jadi bisa di siapkan dengan lebih dini. ‘Tamat kuliah gue enaknya ngapain yaaaa?? Bikin Usaha atau Nyari Kerja??’ kalo jawabnya masih ‘Nyari Kerja’ maka Selamat! Anda termasuk mahasiswa ‘kiri’ yang bebal.

 

Ok? Udah ah reviewnya segitu aja. Kalo pingin tahu lebih banyak silakan baca bukunya. Di Gramedia ada banyak kog. Wong buku ini Mega Best Seller. *ah. Sekarang saya jadi promosiin Gramedia plus bukunya*

 

Oh iya, buku ini juga ada CD nya loh. Saya belum lihat tapi klo ga salah itu CD durasinya bisa sampe tiga jam *berarti saya masih harus menunda membaca Neil Gaimannya* 😦

 

Dibukunya ditulis juga uang anda bakal di kembalikan 100% jika tidak bermanfaat. Tapi menurut saya sih, jangan terlalu berharap *karena sangat bermanfaat*

 

Ok. Udah ya?

 

Selamat Beli + Baca bukunya !!

rating for this book:

 


Neil Gaiman – The Graveyard Book

Saya menemukan buku ini di rak paling depan Times di Pejaten Village. Jujur sih, daya tarik pertama adalah nama penulisnya. Saya sudah lama ingin membaca karya Neil Gaiman, tetapi di Palembang tidak ada, jadi ketika melihat buku ini-katakanlah-saya kemudian membelinya dengan perasaan yang over excited.

Saya sempat berkeliling Times untuk mencari American Gods nya Neil yang terkenal itu, tetapi lalu berbalik lagi untuk mengambil buku ini saja. Kenapa? Karena ini buku anak-anak. Buku anak-anak = bahasa inggrisnya lebih simple, iya kan? hehe

Buku yang berwarna biru cerah ini juga eye catching dengan ilustrasi cover yang lumayan menarik. Dan tentu saja judulnya juga menggelitik. Apakah buku ini lalu bercerita tentang kuburan????

 

Ternyata tidak.

 

Tidak bercerita tentang kuburan.

 

Melainkan cerita seorang Anak laki-laki hidup, yang dibesarkan oleh hantu-hantu di sebuah Pemakaman. Jadi tentu saja, 90% ceritanya mengambil plot di Pemakaman!


Cerita bermula dengan pembunuhan satu keluarga oleh seorang lelaki yang bernama Jack. Jack membunuh keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan satu anak perempuan mereka yang berumur tujuh tahun dengan mengenaskan.

Tetapi Jack luput membunuh bayi laki-laki keluarga itu-yang ketika hendak dibunuh, Jack mendapati kamar bayi tersebut kosong.

Jack tidak waspada, ketika dia membunuh anggota keluarga lainnya, bayi laki-laki yang sedang berada di tempat tidurnya itu merangkak turun, menuju tangga, menuju pintu depan rumahnya, menuju ke luar rumah, merangkak hingga ke pemakaman umum di dekat rumahnya.

Segera, kehadiran bayi-laki-laki-hidup-yang-merangkak menghebohkan para hantu penghuni pemakaman, dan segeralah diadakan rapat luar biasa untuk mendiskusikan apa yang harus diperbuat dengan bayi laki-laki yang hidup tersebut.

 

Melalui perundingan yang cukup alot, Sidang para hantu pemakaman kemudian memutuskan bahwa sang bayi akan diadopsi oleh satu keluarga hantu yang bernama The Owens, dan dilindungi oleh seorang penjaga Hantu yang bernama Silas.

 

Para hantu memberinya nama Nobody Owens-dan memanggilnya Bod. Bod tumbuh besar di pemakaman, dan semua hantu disana baik padanya. Berkat Silas dan beberapa guru hantunya, Bod banyak mendapatkan keistimewaan, kemampuan serta pengetahuan yang tidak dimiliki oleh anak laki-laki hidup yang lain.

 

Keistimewaan Bod menjadikan cerita demi cerita bergulir dengan menarik. Dari keinginan Bod untuk mengetahui kebiasaan para hantu, melanggar banyak larangan Silas karena rasa ingin tahu, pergi ke sekolah anak-anak hidup dan bermasalah dengan anak nakal, dan banyak kejadian menarik yang memang umum dilakukan oleh anak laki-laki yang berumur 7 tahun.

 

Meski tinggal di pemakaman, Bod juga memiliki teman akrab yang hidup bernama Scarlett. Cerita tentang Bod & Scarlett terdapat pada dua chapter, dan meskipun telah melalui saat seru bersama-sama, persahabatan mereka tidak berakhir bahagia.

 

Pada chapter terakhir diceritakan pertemuan kembali Jack si pembunuh dengan Bod. Jack ternyata masih memburu Bod untuk menyelesaikan tugasnya, sedangkan Bod juga telah mengetahui bahwa yang membunuh keluarganya adalah Jack. Klimaks cerita terjadi disini.

—————————————————————————————————————–

Sebagai buku anak-anak yang terkadang terkesan monoton, buku ini sama sekali tidak membosankan untuk dibaca. Dari awal sampai akhir cerita bergulir dengan menarik. Berbagai macam istilah aneh dunia perhantuan juga mewarnai penulisannya. Selesai membaca saya malah langsung membayangkan bila cerita ini di filmkan. Pasti sangat menarik ^^

Meski harga buku ini tergolong mahal (diatas Rp.100 ribu) tetapi ceritanya yang bagus mengikis rasa penyesalan, hehe. Dan ternyata buku ini juga banyak mendapatkan penghargaan loh! plusnya lagi,.. saya bisa tetap melatih bahasa inggris saya yang akhir-akhir ini semakin semaput karena sudah jarang digunakan.

 

So,.. berapa jempol untuk buku ini?

 

well, Since I just have four (two thumbs and two toes), then,..FOUR THUMBS UP IT IS !!! [^^]v

eiiittss,.. tunggu dulu!

Ketika googling saya menemukan bahwa The Graveyard Book memang sedang dibuat Filmnya oleh Chris Columbus!! ^^’’

Jadi penasaran juga lihat filmnya. Tapi judul filmnya kira-kira apa ya? The Graveyard Movie-kah? Hehehehe

 

Well, kita tunggu saja boomingnya! ^^

Ola! Marmut Merah Jambu

Jadi, dalam rangka Ramadhan, saya membeli 3 buah buku baru. ———nyari2 alesan ^^

Ups! kelebihan satu!!

Buku yang pertama berjudul Matilda (Roald Dahl), yang kedua bukunya Astrid Lindgren (Lotta), dan yang ketiga Marmut Merah Jambunya Raditya Dika. Lagi kepingin baca yang Fresh, ga ribet dan ga rumit ^^

Seperti biasa, ketika di Gramedia saya lalu mencari Marmut Merah Jambu di Bagian Sastra (berdasarkan pengalaman sebelumnya, letaknya buku Dika pasti di bagian Sastra; jangan tanya kenapa, saya aja heran).

Ketika gak ketemu, saya tanyain sama mbaknya :”Marmut Merah Jambu dimana ya mbak?” “oh,.. disini disini mbak” ujar si mbak gramedia sambil menunjuk ke tumpukan buku yang bertitle “Buku Baru”.  Karena gayanya yang sigap ketika saya tanya tentang buku Marmut Merah Jambu, maka saya berkesimpulan berarti banyak dong yang cari ini buku 😛

Saya termasuk pembaca buku2nya Raditya Dika. Saya ga punya lengkap siih,..(sebagian minjem soalnya,.. hihi). Tapi saya suka karena bisa saya tabung di kelompok ‘Books that i urgently need when life knocks me down’. Di kelompok buku ‘Books that i urgently need when life knock me down’ ini, Selain terdiri dari (biasanya) buku anak-anak, saya merekomendasikan buku-buku Raditya Dika yang lucu, konyol, malah kadang-kadang norak.


Karena terbagi menjadi 13 bagian, saya mulai secara acak membaca MMJ di bagian ‘Balada Sunatan Edgar’ (AYI, Edgar adalah adik bungsunya Dika). In this section people, saya langsung ngakak berat —– ceritanya juga mengingatkan saya kepada adik bungsu saya, Hafidz, yang juga takut disunat—— dan ngakak lagi, dan ngakak lagi di section-section berikutnya, he,.. ^^

Kalau di Blog nya Dika bilang bahwa buku MMJ bakal berbeda dengan buku sebelumnya, I can’t agree for more. Apalagi cara Dika menulis. Terlihat berbeda, mungkin karena mood nya sedang begitu atau karena pengaruh umur, hehe. Yang pasti penulisan seperti di Kambing Jantan-yang sangat kacau tapi menarik- tidak akan kita temui lagi disini.

I like it though, tulisan-tulisannya terasa lebih ‘dalam’ meskipun ceritanya tetap saja cerita-cerita konyol. Untungnya, saya membaca section ‘Marmut Merah Jambu’ di bagian terakhir (mengingat saya membacanya secara acak, untuk bagian terakhir tetap saya baca paling terakhir). Kata-kata yang mengakhiri bab tersebut terkesan menggantung dan menimbulkan pertanyaan bagi pembacanya.—- terlebih lagi karena section MMJ bercerita ttg You-Know-Who nya Dika, yang dikabarkan putus akhir-akhir ini—

So,.. the question is,.. IS IT AFTER THE BOOK RELEASED or BEFORE???  (didramatisir ala gaya infotainment,… he,..)

Buat yang mau baca, as i said before, I recommend this book to read sambil nungguin Buka Puasa ,… (iya saya tau ga nyambung!)

Happy read then! ^^”