Ola! Marmut Merah Jambu

Jadi, dalam rangka Ramadhan, saya membeli 3 buah buku baru. ———nyari2 alesan ^^

Ups! kelebihan satu!!

Buku yang pertama berjudul Matilda (Roald Dahl), yang kedua bukunya Astrid Lindgren (Lotta), dan yang ketiga Marmut Merah Jambunya Raditya Dika. Lagi kepingin baca yang Fresh, ga ribet dan ga rumit ^^

Seperti biasa, ketika di Gramedia saya lalu mencari Marmut Merah Jambu di Bagian Sastra (berdasarkan pengalaman sebelumnya, letaknya buku Dika pasti di bagian Sastra; jangan tanya kenapa, saya aja heran).

Ketika gak ketemu, saya tanyain sama mbaknya :”Marmut Merah Jambu dimana ya mbak?” “oh,.. disini disini mbak” ujar si mbak gramedia sambil menunjuk ke tumpukan buku yang bertitle “Buku Baru”.  Karena gayanya yang sigap ketika saya tanya tentang buku Marmut Merah Jambu, maka saya berkesimpulan berarti banyak dong yang cari ini buku 😛

Saya termasuk pembaca buku2nya Raditya Dika. Saya ga punya lengkap siih,..(sebagian minjem soalnya,.. hihi). Tapi saya suka karena bisa saya tabung di kelompok ‘Books that i urgently need when life knocks me down’. Di kelompok buku ‘Books that i urgently need when life knock me down’ ini, Selain terdiri dari (biasanya) buku anak-anak, saya merekomendasikan buku-buku Raditya Dika yang lucu, konyol, malah kadang-kadang norak.


Karena terbagi menjadi 13 bagian, saya mulai secara acak membaca MMJ di bagian ‘Balada Sunatan Edgar’ (AYI, Edgar adalah adik bungsunya Dika). In this section people, saya langsung ngakak berat —– ceritanya juga mengingatkan saya kepada adik bungsu saya, Hafidz, yang juga takut disunat—— dan ngakak lagi, dan ngakak lagi di section-section berikutnya, he,.. ^^

Kalau di Blog nya Dika bilang bahwa buku MMJ bakal berbeda dengan buku sebelumnya, I can’t agree for more. Apalagi cara Dika menulis. Terlihat berbeda, mungkin karena mood nya sedang begitu atau karena pengaruh umur, hehe. Yang pasti penulisan seperti di Kambing Jantan-yang sangat kacau tapi menarik- tidak akan kita temui lagi disini.

I like it though, tulisan-tulisannya terasa lebih ‘dalam’ meskipun ceritanya tetap saja cerita-cerita konyol. Untungnya, saya membaca section ‘Marmut Merah Jambu’ di bagian terakhir (mengingat saya membacanya secara acak, untuk bagian terakhir tetap saya baca paling terakhir). Kata-kata yang mengakhiri bab tersebut terkesan menggantung dan menimbulkan pertanyaan bagi pembacanya.—- terlebih lagi karena section MMJ bercerita ttg You-Know-Who nya Dika, yang dikabarkan putus akhir-akhir ini—

So,.. the question is,.. IS IT AFTER THE BOOK RELEASED or BEFORE???  (didramatisir ala gaya infotainment,… he,..)

Buat yang mau baca, as i said before, I recommend this book to read sambil nungguin Buka Puasa ,… (iya saya tau ga nyambung!)

Happy read then! ^^”

Advertisements