Stand Up Comedy Indonesia

Beberapa hari ini bengong karena stats blog melonjak jauh bahkan nyampe angka sribuan/hari. Hey, ada apa ini? secara saya ngeblog tanpa mikirin stat pengunjung, tetapi kalo dalam satu hari tiba-tiba rame saya kan jadi bertanya ada apakah gerangan??

Ternyata eh ternyata ini dikarenakan Raditya Dika dan Pandji Pragiwaksono yang sepertinya sedang menggarap acara baru : Stand Up Comedy Indonesia.

Gimana persyaratannya? ini dia :

Audisi Stand Up Comedy akan dilakukan di 5 kota : Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan Medan

Bandung
Tanggal Audisi : 5 Juli 2011
Lokasi : Resep Eyang Resto, Jl. Cisangkuy
Formulir pendaftaran dapat diambil di STV
Pendaftaran langsung dapat dilakukan di Resep Eyang Resto pada 5 Juli 2011 dari pukul
08.00 – 10.00 WIB

Jakarta
Tanggal Audisi : 8 Juli 2011
Lokasi : Studio Orange Kompas TV, Jl. Palmerah Selatan
Formulir pendaftaran dapat diambil di Kompas TV   Pendaftaran langsung dapat dilakukan di Studio Orange Kompas TV pada 8 Juli 2011  dari pukul
08.00 – 10.00 WIB

Jogjakarta
Tanggal Audisi : 12 juli 2011
Lokasi : Liquid Cafe, Jl. Magelang Km 5,5
Formulir pendaftaran dapat diambil di Art TV
Pendaftaran langsung dapat dilakukan di Liquid Cafe pada 12 Juli 2011 dari pukul
08.00 – 10.00 WIB

Surabaya
Tanggal audisi : 15 Juli 2011
Lokasi : Nen’s Cafe, Jl. Indragiri no. 5
Formulir pendaftaran dapat diambil di BCTV   Pendaftaran langsung dapat dilakukan di Nen’s Cafe pada 15 Juli 2011 dari pukul
08.00 – 10.00 WIB

Medan
Tanggal audisi : 19 Juli 2011
Lokasi : Tradershoot cafe Jl.Patimura Medan
Formulir pendaftaran dapat diambil di Tribun Medan
Pendaftaran langsung dapat dilakukan di Cafe Tradershoot pukul 08.00 – 10.00 WIB>

Juri Stand Up Comedy Indonesia: Indro Warkop, Butet Kartaredjasa, Astrid Tiar

Host : Pandji Pragiwaksono
Dan Raditya Dika

Audisi tidak dipungut biaya apapunn, GRATIS!

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi

Dossy :
081233588844
Arip :
085691577741

Tapi-tapi-tapi Stand Up Comedy Monolog itu apa yaaaahhh? nnnaaah,… klo yang itu bisa baca di sini

Makanya naia’s shack tiba-tiba rame. Gud luck yah folks. Kita nantikan lahirnya generasi Stand Up Comedy di Indonesia ^__^i cuuueemangaaauuudhh!

Stand Up Comedy Monolog Raditya Dika

Baru buka twitter lagi pagi ini (ya, saya memang bukan orang yang up to date kalau soal twitter). Dan menemukan banyak sekali ‘poin-poin berserakan’ dengan nama twit @radityadika.

Ok,.. sepertinya Radith sedang bagi-bagi ilmu atau tips tentang Stand Up Comedy (yang baru saya sadari ketika Seminar detik.com kalau Dika very goooooood at it!) ^___^

Jadi daripada saya bacanya pusing,.. karena sebagian-sebagian terus disela sama tweet yang lain, jadilah saya rangkum disini, biar lebih enak bacanya dan ilmunya juga lebih mudah diserap. Here we go!

Banyak yg minta ttg cara nulis komedi ya.. Okeh.. Gue coba dari paling fundamentalnya menurut gue: stand up comedy ya..

Gue berpikir tiap org yg mau nulis komedi paling ga harus paham dulu stand up comedy dan bagaimana jokes dikonstruksikan didalamnya. Bagi yg blom tau, stand up comedy adalah salah satu bentuk melawak dgn cara bicara sendirian di depan orang banyak. Stand up comedy bisa dibilang semacam monolog, namun dengan struktur lebih rapih, lebih fast-paced, dan (biasanya) lebih singkat. Bagi yang penasaran bisa coba lihat di youtube search aja “stand up comedy” ada banyak banget contohnya. Perhatiin, ini dasar komedi. Stand up comedy sebenarnya muncul dari Inggris pada abad ke 18 – 19, namun mendapat popularitas yang cepat dari perkembangannya di US. Orang yg melakukan stand up comedy disebut sebagai juga “comic”, satu kesatuan lawakan = “set” dan masing2 jokes = “bits”. Ga semua calon penulis komedi di indonesia paham stand-up comedy krn 1) ga tahu, atau 2) tahu tapi ga ngerti karena kendala bahasa. Kalo emang gak ngerti gara2 kendala bahasa, calon penulis mending belajar bahasa inggris deh.. :p belajar bhs inggris membantu bukan hanya u/ paham stand up comedy tapi juga u/ baca tulisan2 asing sbg bahan pengayaan tulisan kita..

Balik ke stand up, Isi lawakan dlm stand up comedy macem2, biasanya bercerita tentang observasi dan pengalaman pribadi sang komedian. Masing2 komedian/comics punya ciri khasnya sendiri, George Carlin misalnya lebih ke menggerutu dan sering nyerempet ke religi. Jerry Seinfeld lebih “bersih” tanpa sumpah serapah, sebaliknya Richard Pryor isinya menyumpah dan mengumpat2. Dave Chappelle berbicara ttg org kulit hitam, Margareth Cho bicara tentang politik dan perempuan, Ellen DeGeneres ttg kehidupan modern. Yang keren Robin Williams, banyak org bilang stand up comedy dia semuanya improv dan tidak dihafalkan.. On the spot lawakannya keluar! Mitch Hedberg jokesnya “one-liner” yaitu hanya sekalimat2, sedangkan Mitch Fatel lebih ke arah seks. Masih banyak yg lain. Semua komedian tadi ada di youtube, bisa liatsendiri.. Pahami gmn stand up comedian ini menyalurkan “persona” mrk menjadi lawakan..

Oke, sekarang pertanyaannya: knp stand up comedy harus dipahami oleh seorang penulis komedi? Kan mediumnya berbeda? Karena eh karena. Stand up comedy membantu kita memahami anatomi paling dasar dari sebuah lelucon yaitu SETUP dan PUNCHLINE. Ini luar biasa penting..Set-up = bagian yg tidak lucu, sedangkan punchline = bagian yg lucu. Ini adalah kerangka dasar sebuah jokes.
Contohnya begini..Berikut adalah jokes Mitch Hedberg yg akan digunakan sbg contoh, yg dia katakan pada saat stand up comedy dalam CD Mitch All Together: Jokes-nya adalah: “My fake plants died because I did not pretend to water them.” – Mitch Hedberg Setup dari jokes tadi adalah: “my fake plants died”, sedangkan punchline = “because I did not pretend to water them”..Ada twist yg membuat kita ketawa pada punchline tersebut. Kita “dibelokkan” oleh punchline-nya, seperti ditonjok (makanya namanya punch)(btw, kenapa kita ketawa pd punchline yg asik bs dijelaskan scr filosofis -oleh schopenahuer lebih tepatnya, tp itu lain waktu aja :p) Semua komedian pake struktur ini. Ada yang setupnya panjang, kadang ada yang cuma dua kata, tp konstruksinya sama: Setup – Punchline! Dane Cook contoh stand up comedian yg dikritik karena jokes2nya gak punya punchline, hanya memainkan ekspresi muka dan kata2 kasar..
Gue sendiri dalam menulis, satu paragraf biasanya terdiri dari 3 kalimat setup yang diiringi dgn punchline. Lama2 intuitif kok..Kalau kita tahu tentang setup dan punchline yg dipake oleh standup comedian, lalu apa gunanya dalam menulis komedi?Dalam mengkonstruksi kalimat dalam sebuah tulisan komedik, kita pake cara stand up comedia: berusaha mencari set up sebanyak mungkin..Pengalaman kita, yg sedih, yg nakutin, yg bikin sakit hati, itu semua tambang emas setup, dan PASTI bisa dicari puchline-nya, asal jeli. Setelah setup ketemu, kita baru berpikir apa punchline-nya? Komedian2 bisa berminggu2 mencari punchline yang pas..
Banyak komedian yg nulis stand up comedy-nya ke buku.. Bisa kita otopsi jokes2 mereka. Ini latihan yang baik untuk belajar nulis jokes. Jerry Seinfeld menulis Seinlanguage, George Carlin menulis Brain Droppings, Tim Allen dgn I’m Not Really Here.. Lalu masih banyak lagi..Yang agak beda Ellen DeGeneres, dia menulis My Point Is And I do Have One dengan cara mengembangkan sets yang dia punya menjadi prosa..Kalau udah jago, kita bisa buat dialog jadi sebuah punchline. Atau buat set-up panjang dalam bentuk adegan visual.. Bisa jadi macem2..
Nah, next time mau nulis blog yg komedik, novel yg komedik, cari ritme-nya: bisa 2 kalimat 1 punchline, bisa 1 paragraf 1 punchline..Intinya, dasar komedi = SETUP dan PUNCHLINE yg baik. Banyak2 bedah jokes standup comedian, lalu praktekkan sendiri dlm tulisan..Jokes dalam tulisan harus asosiatif (dgn setup-punchline), bukan slapstick kayak tulisan “gue jatoh dr tangga”.. Kenapa?Karena dgn jokes yg asosiatif akan membuat pembaca berpikir sendiri sebelum tertawa, jatuhnya lebih memuaskan buat pembaca. Membaca adalah proses discovery, lelucon yg kita tulis jg harus memberikan itu buat pembaca, ada sense of discovery-nya. 🙂
Udah ah segitu doang. Sana buka youtube, cari2 video standup comedy.. Ada punya gue juga lho.. :p (sekalian iklan)
That’s it!!!

Buat yang tertarik menulis komedi (ataupun yang enggak) silakan ke you tube buat lihat videonya ,… saya udah liat ke sana sih. Ada stand up comedy nya Raditya Dika tapi durasinya 10 menitan,… yang membuat saya urung buat ‘menyematkannya’ ke blog ini karena I think,… it’s too heavy.

Baca Juga :
Stand Up Comedy Festival Indonesia
Stand Up Comedy Indonesia
JANGAN KATAKAN TIDAK BISA!

Seminar dan Workshop detik.com : Ayo Bikin Media Online!

Jargon inilah yang mewarnai seminar dan workshop detik.com hari sabtu tgl 13 kemarin. Sempet sebel sih karena molor dari jadwal, yang semula pukul 08.00 menjadi pukul 8.50 menit. Tapi karena seminarnya gratis dan kebayang bakal mendapatkan ilmu, telat telat sedikit gpp juga, hehe.

Mas Andri (IT Director detik.com) sebagai pembicara pertama kemudian menjelaskan bahwa keterlambatan dikarenakan kegiatan malam sebelumnya mereka bergadang karena ada gangguan server sebagai dampak gempa dan tsunami di Jepang. Well, it’s ok mas,..kita maklum kog ^^ two thumbs up buat mas Andri…

Pembicara kedua adalah Bapak Budiono Darsono (Pak Bdi) adalah founder dari detik.com. Presentasi pak Bdi yang berjudul “Dari Tragedi Semanggi hingga Video Mirip Luna Maya” sangat seru, karena banyak ilmu yang didapatkan ketika merintis membuat media online dan banyak disisipkan tayangan tayangan yang menarik, lucu dan unik. Four Thumbs Up buat pak Bdi,..

Pembicara ketiga dari Telkomsel yang memang menjadi sponsor utama acara Seminar dan Workshop bersama detik. Di sesi ini pembicaranya banyak mengajukan pertanyaan. Siapa yang bisa jawab akan mendapatkan kaus cantik Telkomsel.

Pembicara keempat yang seru banget. Raditya Dika,.. yang dateng dateng ke atas panggung langsung minum dulu, dengan tampang masih jet lag ( maklum baru berangkat dari Jakarta pagi itu juga) langsung memberi wejangan penuh humor tentang pengalamannya membuat tulisan komedi di blog yang kemudian dibukukan. Ga nyangka Dika ternyata kalau cerita secara langsung bisa lebih kocak daripada bukunya 😛

 

 

 

 

Pak Budiono Darsono lagi presentasi

 

 

Ini Topik Presentasinya

 

 

 

Gaya Raditya Dika

 

 

Lumayan Oleh-olehnya, hehe

 

Ola! Marmut Merah Jambu

Jadi, dalam rangka Ramadhan, saya membeli 3 buah buku baru. ———nyari2 alesan ^^

Ups! kelebihan satu!!

Buku yang pertama berjudul Matilda (Roald Dahl), yang kedua bukunya Astrid Lindgren (Lotta), dan yang ketiga Marmut Merah Jambunya Raditya Dika. Lagi kepingin baca yang Fresh, ga ribet dan ga rumit ^^

Seperti biasa, ketika di Gramedia saya lalu mencari Marmut Merah Jambu di Bagian Sastra (berdasarkan pengalaman sebelumnya, letaknya buku Dika pasti di bagian Sastra; jangan tanya kenapa, saya aja heran).

Ketika gak ketemu, saya tanyain sama mbaknya :”Marmut Merah Jambu dimana ya mbak?” “oh,.. disini disini mbak” ujar si mbak gramedia sambil menunjuk ke tumpukan buku yang bertitle “Buku Baru”.  Karena gayanya yang sigap ketika saya tanya tentang buku Marmut Merah Jambu, maka saya berkesimpulan berarti banyak dong yang cari ini buku 😛

Saya termasuk pembaca buku2nya Raditya Dika. Saya ga punya lengkap siih,..(sebagian minjem soalnya,.. hihi). Tapi saya suka karena bisa saya tabung di kelompok ‘Books that i urgently need when life knocks me down’. Di kelompok buku ‘Books that i urgently need when life knock me down’ ini, Selain terdiri dari (biasanya) buku anak-anak, saya merekomendasikan buku-buku Raditya Dika yang lucu, konyol, malah kadang-kadang norak.


Karena terbagi menjadi 13 bagian, saya mulai secara acak membaca MMJ di bagian ‘Balada Sunatan Edgar’ (AYI, Edgar adalah adik bungsunya Dika). In this section people, saya langsung ngakak berat —– ceritanya juga mengingatkan saya kepada adik bungsu saya, Hafidz, yang juga takut disunat—— dan ngakak lagi, dan ngakak lagi di section-section berikutnya, he,.. ^^

Kalau di Blog nya Dika bilang bahwa buku MMJ bakal berbeda dengan buku sebelumnya, I can’t agree for more. Apalagi cara Dika menulis. Terlihat berbeda, mungkin karena mood nya sedang begitu atau karena pengaruh umur, hehe. Yang pasti penulisan seperti di Kambing Jantan-yang sangat kacau tapi menarik- tidak akan kita temui lagi disini.

I like it though, tulisan-tulisannya terasa lebih ‘dalam’ meskipun ceritanya tetap saja cerita-cerita konyol. Untungnya, saya membaca section ‘Marmut Merah Jambu’ di bagian terakhir (mengingat saya membacanya secara acak, untuk bagian terakhir tetap saya baca paling terakhir). Kata-kata yang mengakhiri bab tersebut terkesan menggantung dan menimbulkan pertanyaan bagi pembacanya.—- terlebih lagi karena section MMJ bercerita ttg You-Know-Who nya Dika, yang dikabarkan putus akhir-akhir ini—

So,.. the question is,.. IS IT AFTER THE BOOK RELEASED or BEFORE???  (didramatisir ala gaya infotainment,… he,..)

Buat yang mau baca, as i said before, I recommend this book to read sambil nungguin Buka Puasa ,… (iya saya tau ga nyambung!)

Happy read then! ^^”