Makan Gajah

Sumpah benerrr, bikin tesis itu bener bener kayag makan gajah.

Apalagi saya, yang sejatinya S1 dari engineering, sekarang ngerjain tesis S2 Finance yang kagak ada nyangkutnya sama sekali dengan skripsi saya dulu.

even secuil.

Jadi iri sama temen-temen yang s1nya dari ekonomi terus bilang

“kayagnya gue bisa nih nerusin skripsi gue, terus tinggal tambahin aja variabelnya dikit terus selesai deh”

errrr

damn -__-

sedangkan saya harus kayag makan gajah, menggaruk garuk tanah, learning from a scratch, mencoba mengerti mulai dari dasar teori, aplikasi statistik sampe berbagai software yang ga segampang facebook ngertiinnya, belum lagi berbagai macam metode penulisan lainnya yang sumpah mati ga pernah saya temuin ketika saya menulis skripsi di teknik.

bukannya skripsi teknik lebih gampang sik, lebih susah malah. cuma yaaa dengan kondisi macam ini, dimana waktu untuk belajar sangat sedikit – bahkan waktu untuk diri sendiri dan hang out dengan teman-teman sudah tidak ada lagi- ketemu makhluk aneh-aneh pas ngerjain tesis itu yang ada jadi bikin stress.

But all was running well actually,buktinya tesis saya sudah hampir selesai, sudah seminar proposal juga dengan sukses, Alhamdulillah dosen sepertinya kasihan ngeliat saya dan mikir mikir kalo mau membantai anak manusia kurus dengan mata cekung karena kurang tidur..

ga sia sia juga karena saya dengan patuhnya udah ngikutin maunya dosen pembimbing yang dengan sukses membuat saya mengganti judul beberapa kali dan salah satunya itu ganti judul ketika saya udah di bab 3.

jadi mohon maaaaaaaf para pembaca, saya akhirnya curcol di blog secara ini udah bulan September, saya udah berkutat dari bulan Februari (oke silakan bilang APAA? kog lama bangett?) dan Dian Sastro udah wisuda itu rasanya pingin tarik tarik rambut sambil teriak ‘gilak, giliran gua kapan ini wisudanyaaaa???’

But hey, saya menguatkan diri aja. It’s like talking to myself  ‘just one step more, nina… semangatlaah’ dan bukan diri saya namanya kalau tidak bisa mengatasi hal-hal sulit, hahah. I was made for it,  but Allah always gave me strength so i am not break down on my knees and crying out loud. Alhamdulillah.

And i know Allah will help me again this time

Like Allah always do with me along the way.,…

 

 

Advertisements

TESIS!

ImageGambar diambil dari sini

Time flies so fast when you postponing something you must do

Which is means…

my thesis!! *jambak Jilbab*

sudah semester terakhir tanpa terasa saya belajar manajemen keuangan di program magister. Bagi anak teknik seperti saya, belajar manajemen sangat menyenangkan, so refreshing, and really broaden my horizon.

Yang tadinya ga tau sama reksadana jadi tau, yang tadinya ga ngeh tentang pasar modal sekarang jadi ngeh, yang tadinya ga familiar sama ROA, ROE dan makhluk-makhluk rasio keuangan lainnya sekarang jadi tau. Cuma ngerasanya.. semakin belajar semakin menyadari kalau diri ini sebenarnya sangatlah bodoh. Sangat malu sama Alloh kalau sombong *elap air mata*

Namun,

Saya ini orangnya cenderung procratinate; suka menunda-nunda, yang- apabila penunda-nunda itu ada gelarnya, maka saya adalah seorang Professornya.

Dengan kesadaran seperti ini, untuk thesis saya sudah antisipasi. Jangan sampai kebiasaan menunda-nunda saya merusak semua mood yang ada. Saya harus semangat memulai penulisan thesis saya, dimulai dengan mencari judul yang pas, ciamik, jurnalnya banyak, dipresentasiinya mudah, dijelaskannya gampang, dan berprospek besar untuk mendapatkan nilai A. hohohoho

Dan saya mulai mengajukan proposal tepat ketika semester terakhir resmi dimulai (awal Februari) Itung-itung ketika akhir perkuliahan habis, maka thesis saya sudah siap untuk sidang. Mata kuliah habis, saya tamat. Indah bukan?

Namun ternyata proses semuanya tidaklah semulus perjalanan Dude Herlino dan Alissa Soebandono ke pelaminan.

Minggu pertama Februari, ketika saya telah menemukan judul yang pas, ciamik, jurnalnya banyak, di presentasiinya mudah, dijelaskannya gampang, dan berprospek besar untuk mendapatkan nilai A, saya langsung membuat proposal dan mengajukan judul tersebut ke Bagian Akademik dengan hati berbunga-bunga.

Tapi apa hendak dikata, saya harus menunggu selama TIGA MINGGU hanya untuk sampai pada kesimpulan bahwa judul saya ditolak! *elap air mata**ambil tissu*

Bukan karena judulnya ga bagus sih; dosen saya beralasan bahwa anak semester kemarin sudah ada yang mengupas tentang topik tersebut dan ia mendapatkan nilai A. *$$##$@##!!!!*

lalu masa-masa setelah itu menjadi lebih sulit.

Saya bolak balik membaca surat kabar dan berbagai jurnal demi mendapatkan ide topik yang cemerlang. Yang sempet kepikir adalah tentang Reksadana ETF, CAPEX, Modal Kerja, sampe ke Undang-undang pertambangan tentang Smelter, tapi setiap saya ajukan ke pembimbing, beliau pasti bilang : kayagnya jangan yang itu deh, Nina..

Saya dengan kalemnya ngomong : oke sip, dont worry Pak, saya cari lagi judul yang lain

Padahal dalam hati ngomongnya jadi : HUWAAA maunya judul tentang apa dong Paaakk? huhuhuhuhu *nangis guling-guling*

Lalu mengenai waktu,…

entah kenapa kalau kita bingung hendak ngapain dan dikejer deadline, waktu terasa berlalu sangat cepat,…

waktu sebulan terasa seminggu..

waktu seminggu terasa sehari..

waktu sehari terasa……sehari lah, wong saya kerja kalo dari pagi sampe sore tuh berasa banget nungguin waktu pulang -__-

tiba-tiba saya sudah di pertengahan bulan Maret

ketika saya kembali mengajukan sebuah topik (dan kayagnya bakal ditolak lagi) dengan kalem pembimbing saya ngomong begini…
‘Nina… kenapa ga kupas tentang masalah syariah saja… karena Ekonomi syariah itu lagi seru-serunya kan sekarang….’

‘……………………………..’

Oh bapak, mengapa tidak dari dahulu saja engkau katakan padaku bila inginnya yang Syariah??????

‘OOO yang syariah ya Pak, oke siap Pak. Nina cari dulu alternatif2nya ya Pak’

‘oke, ajukan kepada saya via sms saja ya, ingat harus berdasarkan jurnal yang ada’

Dan….saya kembali berhunting ria mencari topik yang syariah, dan Alhamdulillah akhirnya ketemu yang menarik.

Dan ketika saya ajukan ke Bapak Dosen Pembimbing (tentu saja) beliau memberikan restunya.

An then..Time flies so fast dan sekarang sudah sampai dipenghujung Maret.

Ga nyangka kalau proses mencari judul, mengajukan judul dan mendapatkan judul aja makan waktu hingga dua bulan!!

Jujur mood sempat hilang, semangat mulai mengendur, otak mulai jenuh (karena kebanyakan baca jurnal yang ditolak itu), tapi kalau ingat target bahwa tahun ini harus lulus, mau ga mau harus bisa membangun semangat lagi.

So bagi yang mau ambil S2, hal-hal berikut bisa jadi pertimbangan:
1. Dari semester satu sudah tau mau ambil topik tentang apa
2. Sembari kuliah buka mata telinga tentang berita-berita yang ada
3. Dari awal kuliah sudah ngumpulin jurnal mengenai topik yang kita minati
4. Bidik dosen pembimbing yang sesuai dengan topik kita (karena ada dosen pembimbing yang memilih mahasiswa berdasarkan judul yang mereka ajukan)
5. Ajukan tepat waktu, jangan ditunda tunda
6. Komitmen. Meskipun sibuk sama kerjaan tapi tetap harus meluangkan waktu yang signifikan dalam sehari untuk ngurusin thesis.
7. Bikin perkembangan kemajuan thesis dari hari ke hari.

Dan sebagai doa untuk diri sendiri, Semoga awal April sudah bisa terus melaju membuat tesis tanpa ada halangan yang berarti.

Can I get Amen for this? 