Review buku 7 Keajaiban Rezeki – Ippho ‘Right’ Santosa

7 Keajaiban Rezeki-Ippho Santosa
7 Keajaiban Rezeki-Ippho Santosa

Judul Buku : 7 Keajaiban Rezeki ( Rezeki bertambah, Nasib berubah, dalam 99 hari dengan otak kanan)

Pengarang : Ippho Santosa

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman : 191

Genre : Motivasi dan Bisnis

Harga : Rp. 84.800,-

Bonus : 1(satu) buah CD

 

 

 

 

Sebetulnya Saya malas bikin review buku ini. Kenapa? Karena buku ini banyak menyindir saya. Meskipun saya akui bahwa buku ini kesannya ditulis oleh orang ‘gila’ dengan cara yang menyenangkan (maaf ya pak Ippho, saya memang cenderung kiri) hehe. Hard for me to say this, but It’s fun to read. Banyak testimoni orang-orang ngetop disertakan dalam buku ini-yang ditaruh pada halaman-halaman awal-membuat saya bertanya-tanya : is it that good?

 

Buku yang memiliki 191 halaman ini intinya membicarakan tentang bagaimana membuat rezeki anda bertambah, nasib anda berubah dalam 99 hari dengan otak kanan. Ekstrim ya? Lagi-lagi berat bagi saya mengatakan bahwa buku ini adalah salah satu buku bisnis yang HARUS dibaca. *nih mas, saya promosiin kan? :D*Terlebih untuk anda yang sudah punya usaha. Terlebih-terlebih untuk anda yang baru mau memulai usaha. Terlebih-terlebih-terlebih untuk para Mahasiswa agar paradigma anda berubah dan membuat ‘otak’ anda bergeser kearah ‘kanan’ dan agar jangan menjadi terlalu ‘kiri’.

Emang apaan sih ‘kanan’ dan ‘kiri’?

Bingung?

Teruskan.

Terus terang mas Ippho, sub judul yang paling menohok saya adalah Bias #3. Menaklukkan Lawan yang jauh lebih besar. Hal ini membicarakan salah satu kebiasaan buruk yang kebetulan saya idap : menunda-nunda (procrastinator).

Saya suka menunda-nunda. Saya adalah professornya menunda-nunda. Tetapi setelah baca sub judul ini saya menjadi tersinggung berat dan malu berat. And you know what mas Ippho? Saya mau marah. Saya benar-benar mau marah dan ingin bilang terima kasih sudah menyadarkan saya (ya, meskipun saya tahu anda tidak menuliskannya khusus untuk saya) 😀

Buku ini, tadinya saya pikir isinya bakal general aja gitu membicarakan tentang 7 hal tok. Satu,.. dua,… tiga,… terus aja sampe ke tujuh. Tetapi ternyata enggak. Saya jengkel juga. Saya kan jadi tidak mau menunda-nunda untuk tahu lebih jauh. Baru beberapa jam saya baca sudah selesai. Buku Neil Gaiman*yang notabene penulis favorit saya itu* harus saya masukkan ke waiting list demi menamatkan buku ini. Ternyata isinya spesifik, berkaitan satu sama lain dan ilmunya cukup banyak. Revolusioner deh. Kayag seven habits aja.

 

Apalagi ya? Karena saya males cerita banyak2 saya ceritakan kemungkinan dampaknya dari membaca buku ini yak. Here we go.

Bagi saya (yang sudah mindset usaha tapi mental masih karyawan) : Merasa tersindir bgt,.. dan membuat bersemangat dalam mewujudkan usaha. Eh salah deng. Malah bener-bener akan membuat saya segera punya usaha. (Menarik nafas panjang karena merasa nekat)

 

Bagi usahawan : sepertinya bakal nyambung abis. Tinggal diterapkan deh di usaha anda. Hayo terbukti ga dalam 99 hari.

Bagi Mahasiswa : Sepertinya bakal bersyukur mendapatkan buku ini ketika belum tamat kuliah. Jadi bisa di siapkan dengan lebih dini. ‘Tamat kuliah gue enaknya ngapain yaaaa?? Bikin Usaha atau Nyari Kerja??’ kalo jawabnya masih ‘Nyari Kerja’ maka Selamat! Anda termasuk mahasiswa ‘kiri’ yang bebal.

 

Ok? Udah ah reviewnya segitu aja. Kalo pingin tahu lebih banyak silakan baca bukunya. Di Gramedia ada banyak kog. Wong buku ini Mega Best Seller. *ah. Sekarang saya jadi promosiin Gramedia plus bukunya*

 

Oh iya, buku ini juga ada CD nya loh. Saya belum lihat tapi klo ga salah itu CD durasinya bisa sampe tiga jam *berarti saya masih harus menunda membaca Neil Gaimannya* 😦

 

Dibukunya ditulis juga uang anda bakal di kembalikan 100% jika tidak bermanfaat. Tapi menurut saya sih, jangan terlalu berharap *karena sangat bermanfaat*

 

Ok. Udah ya?

 

Selamat Beli + Baca bukunya !!

rating for this book:

 


Bagaimana Menentukan harga jual Produk?

ya ya ya. Selama kurang lebih empat tahun bekerja di Bank, yang saya pikirkan akhir-akhir ini adalah bagaimana caranya membuat USAHA. Mindset saya sih sudah ‘menyeberang’ dari mindset karyawan menjadi mindset usaha, cuma mental saya belum. I dont have that guts yet.

Tapi, saya harap semuanya berangsur berubah. Makanya sekarang saya banyak belajar dan membaca. Dari membaca pengalaman usaha orang lain, mudah-mudahan saya menjadi berani. Yang dibawah ini juga salah satu artikel favorit saya. (apaaaaaa? sudah berfikir sejauh ituuuuu?) iya sodara-sodara. Maka tolonglah saya dengan doa. Supaya saya mulai ‘berani’ memulai usaha sendiri. dan dengan segala hormat, saya ambil tulisan bagus di bawah ini dari blognya mas sasonov. Read on!

MENENTUKAN HARGA JUAL PRODUK

Bila Anda mempunyai usaha penjualan, mungkin Anda merasa kesulitan dalam hal menentukan harga jual produk. Mungkin selama ini Anda menjual barang dengan harga yang masih bisa ditawar. Anda tidak berani memberi harga pas/banderol, karena bisa jadi harga pas tersebut bisa terlalu mahal atau pun terlalu murah.

Berikut ini akan saya beri contoh cara menghitung harga pas/banderol yang memperhitungkan modal, biaya operasional, dan keuntungan.

Misal Anda menginginkan keuntungan bersih Rp 10 juta/bulan. Biaya tetap yang harus Anda keluarkan adalah untuk sewa toko sebesar Rp 2 juta, gaji karyawan Rp 2 juta, dan maintenance fee gedung sebesar Rp 1 juta, sehingga total biaya adalah Rp 5 juta. Artinya, keuntungan kotor yang perlu Anda raup dalam waktu 1 bulan adalah sebesar Rp 15 juta.

Setelah itu, Anda perlu mematok target penjualan dalam 1 bulan. Angka ini bisa Anda dapatkan dari rata-rata penjualan selama beberapa bulan terakhir, atau bisa juga memilih angka penjualan paling rendah kalau mau estimasi yang pesimis.

Misalkan saja omset Rp 60 juta/bulan. Dengan omset Rp 60 juta, dan keuntungan kotor yang diharapkan sebesar Rp 15 juta, maka margin yang ditetapkan adalah sebesar 33% dari harga pokok (15 juta/(60 juta-15 juta)). Artinya harga jual Anda adalah harga beli ditambah dengan margin 33%. Misalnya Anda beli pakaian seharga Rp 15 ribu, harga jualnya adalah Rp 20 ribu (15 ribu+33%x15 ribu).

Jadikan angka 33% ini sebagai margin normal yang Anda tetapkan pada semua barang dagangan Anda. Tapi tidak perlu terlalu kaku. Untuk item tertentu, Anda bisa buat pengecualian, bisa lebih besar bisa lebih juga lebih kecil. Misalnya pesaing Anda menjual barang yang sama dengan harga yang lebih murah dari harga normal Anda, tidak masalah untuk menetapkan harga yang setidaknya sama dengan mereka. Begitu juga kalau pesaing ternyata menetapkan harga yang lebih mahal daripada harga normal Anda, Anda bisa naikan harga sampai sedikit di bawah pesaing Anda. Usahakan jangan terlalu jauh di bawah pesaing, karena hal ini dapat menyebabkan persaingan harga yang tidak wajar dan malah merugikan pedagang sendiri.

Begitu juga untuk item yang sedang trend, Anda bisa pasang harga di atas patokan normal Anda. Sedangkan item yang sudah lama tidak laku atau penjualannya lambat, bisa juga diberikan harga diskon atau di bawah harga normal agar bisa lebih lancar penjualannya. Selama masih ada margin keuntungan, Anda bisa juga memberikan diskon khusus kepada pelanggan setia Anda, apalagi mereka yang membeli untuk dijual kembali secara eceran.